Latest Tweets

banner image

footer social

banner image

Tari Cross-Gender Bukan Tari Banci

source: interculturaljourneys

Tari cross-gender adalah tarian yang ada di berbagai penjuru dunia.

Di Indonesia, Tari cross-gender (female impersonator) ada di berbagai suku karena zaman dahulu tidak sembarang perempuan bisa menari. Di Jawa misalkan, setelah Islam masuk, perempuan tidak bisa menari dan bersentuhan dengan lelaki di panggung.

Untuk menghormati agama Islam, leluhur-leluhur jawa memodifikasi aturan panggung sehingga para pria juga menarikan tari perempuan. Terutama ketika tarian tersebut melibatkan adegan penari perempuan dan laki-laki harus bersentuhan.

Leluhur kita sangat berusaha menjaga keharmonisan budaya dan agama-agama yang baru masuk. Leluhur kita sangat toleran.

Namun, sekarang, mengapa kita begitu sensitif dengan perbedaan?

----------------------------------------------------------------------





I couldn't be any happier to meet a traditional dance Maestro.

He is the expert on Balinese, Javanese and Sundanese dance, plus Dwi-muka (two faces) dance and cross gender dance.

So glad to visit his very own office and dance studio. He has massive collections of wayang, topeng, traditional costume and other ethnic stuffs.

We both believe that "Dance is a spiritual experience, it is not merely an act of performance"









Tari Cross-Gender Bukan Tari Banci Tari Cross-Gender Bukan Tari Banci Reviewed by Regis Machdy on June 03, 2018 Rating: 5
Post a Comment
Powered by Blogger.